Bukan kamu yang terpilih tapi mengapa malam ini aku inggin merindumu, inggin aku
datang dan memelukmu, membawamu kedunia mimpiku yang indah dengan kehadiranmu
yang selalu aku tunggu.
Ingin kucoba lupakan, inggin aku coba hapus semua kenangan bahagia saat berdua
yang selama ini aku simpan tapi entah mengapa hati ini tidak rela melepasnya,
melepas kenangan indah waktu kita duduk berdua ditepi pantai karang akan selalu
terbayang dalam anganku, kenangan saat kita memandang laut yang luas, kenangan
saat kita melihat deburan ombak yang saling bersautan tak henti-hentinya
menemani kita yang sedang kasmaran.
Didalam hatiku sebenarnya aku tidak mengerti mengapa perasaan kangen,rindu dan
sayang ini tetap saja melekat dan mengiringi tiap langkah hidupku. Kenangan ini
akan selalu aku simpan sampai akhir hidupku sampai aku nanti menutup mata sampai
aku tbenar-benar idak bisa mengingatmu lagi
Kau adalah belahan jiwaku, kau adalah darah dalam hatiku, dan kau adalah
matahari dalam ragaku yang akan selalu menerangi jiwaku yang gelap dan sepi
tanpa kasih sayang dan belaian manjamu lagi.
Kini disini aku sendiri, kini disini aku menyepi tanpa dirimu tanpa ragamu tanpa
cintamu ada disisi, aku tidak mengerti mengapa hatiku masih saja mengharapkanmu
kembali padaku, mengapa jiwa ini masih saja menginginkanmu tuk jadi permaisuri
didalam kerajaan cintaku.
Kenapa raga ini tetap yakin kaulah pendamping hidupku yang sempurna untuk ku,
mengapa jiwa ini masih saja menginginkanmu tuk jadi permaisuri didalam kerajaan
cintaku, mengapa jiwa ini masih saja menginginkanmu tuk jadi permaisuri didalam
kerajaan cintaku.
mengapa jiwa dan ragaku ini masih tetap yakin kaulah pendamping hidupku yang
sempurna. Aku tau, mengerti kita berbeda. Ibarat tempat kau disurga dan aku
dineraka. Tapi aku berharap perbedaan ini suatu nanti akan membawa kita berdua
bersatu dan bahagia. Tunggu aku disurgamu, suatu nanti aku akan menjemputmu
denagn kereta cintaku yang selalu setia menunggumu yakin akan cinta dan kasih
sayangku hanya untukmu karena kau adalah BIDADARI HATIKU.
Kamis, 23 April 2009
kataku dalam untaian hatimu
Diposting oleh dwi prasetya di 19.37
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar